Rabu, 18 Maret 2020

Vitamin C Bisa Tangkal Virus Corona?? Kok bisa??



Virus corona saat ini sudah masuk ke negara Indonesia. Dua orang dikabarkan positif virus ini. Hingga kini, belum ada penangkal atau vaksin virus mematikan ini. Meski begitu, virus ini masih bisa dicegah. Cara mencegah virus corona, salah satunya, dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Bagi tubuh, vitamin C dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan beragam jenis penyakit, termasuk virus corona.
yuk guys, dilihat dulu pratinjau videonyaa ya dan posternya ada dibawah yuhu..
Manfaat vitamin C untuk mencegah virus corona
Seperti yang sudah Anda ketahui, konsumsi vitamin C dapat menguatkan daya tahan tubuh. Penularan dan infeksi virus corona terkait erat dengan daya tahan tubuh rendah.Konsumsi vitamin C dapat dipenuhi dari berbagai sumber alami seperti jeruk, brokoli, tomat, bayam, dan kol. Namun seringkali kandungan vitamin C di dalam sayuran dan buah sudah tidak optimal lagi. Untuk bantu penuhi kebutuhan vitamin C, Anda bisa konsumsi suplemen vitamin C.
Menurut Mayo Clinic, asupan harian vitamin C perempuan dewasa sebanyak 75 mg dan 90 mg untuk laki-laki dewasa. Anda dapat menambahkan dosis harian jika kondisi tubuh sedang memerlukan vitamin c lebih banyak, selama di bawah batas aman 2000 mg per hari. 
Beberapa jenis virus, dapat bertahan hidup di permukaan benda yang keras selama 24 jam. Kondisi ini membuat kita beresiko besar untuk terinfeksi virus yang menempel pada permukaan benda. Oleh karena itu pilihlah suplemen vitamin C jenis Ester C, yang mampu bertahan 24 jam di dalam tubuh. Suplemen jenis Ester C juga lebih tidak perih di lambung, dibanding jenis suplemen vitamin C lainnya.
Sekarang ini, topik penularan virus corona masih hangat dibicarakan masyarakat karena penyebarannya begitu cepat di Wuhan, China. Virus corona atau 2019n-CoV adalah virus yang menyerang dan menyebabkan infeksi pada hidung, sinus, serta sistem saluran napas atas.
Gejala virus corona mirip seperti flu dan batuk biasa. Ketika daya tahan tubuh melemah, virus corona dapat mengembangkan gejala yang lebih serius, seperti bronkitis dan pneumonia.
Bicara soal penularan penyakit, di sini vitamin C berperan penting dalam melawan virus maupun bakteri. Untuk itu, kulik manfaat vitamin C yang salah satunya sebagai mencegah virus corona.
1. Menjaga daya tahan tubuh
Pada dasarnya, setiap penyakit yang masuk disebabkan oleh daya tahan tubuh yang melemah. Kekurangan vitamin C bisa menjadi alasan seseorang mudah sakit. Umumnya vitamin C ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam mencegah infeksi penyakit apapun, termasuk virus corona.
Peran Vitamin C pada sistem kekebalan tubuh adalah meningkatkan kinerja sel  Natural Killer untuk mencari dan membunuh sel kanker atau sel lain yang bisa membahayakan tubuh. Vitamin C juga berfungsi mendukung kerja neutrofil, sel pertama dari sistem kekebalan tubuh yang merespons dengan cara menyerang bakteri atau virus.
Kemudian, Vitamin C akan membantu meningkatkan kinerja limfosit dalam melacak virus dan bakteri yang bisa mengancam kesehatan tubuh. Limfosit sendiri merupakan adalah sel darah putih yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini juga sangat ampuh dalam membentuk antibodi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.
2. Membantu penyembuhan batuk pilek dan flu
Vitamin C dapat mendukung penyembuhan batuk pilek dan flu dengan mencegah komplikasi serius. Dalam beberapa kasus, batuk pilek dan flu biasa dapat berkembang menjadi pneumonia dan infeksi paru-paru. Namun, vitamin C bisa menurunkan risiko pengembangan gejala penyakit tersebut.
3. Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak
Sebuah rahasia umum bahwa vitamin C dapat menyehatkan kulit. Tidak cuma untuk kesehatan kulit, vitamin C juga dapat memperbaiki jaringan yang rusak. Misalnya, berperan dalam penyembuhan luka. Di samping itu, kandungan vitamin tersebut dapat merawat kesehatan tulang rawan, tulang, dan gigi.
4. Menangkal radikal bebas
Vitamin C mengandung antioksidan yang mampu menangkal dampak buruk radikal bebas. Terutama untuk orang yang tinggal di perkotaan, polusi asap kendaraan dan asap rokok jadi masalah utama. 
Radikal bebas berkontribusi terhadap pengembangan penyakit seperti kanker, gangguan jantung, dan artritis. Maka itu, vitamin C menjadi kunci untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit secara umum. Begitu juga mencegah adanya infeksi virus corona.


https://www.suara.com/health/2020/03/04/163000/cegah-virus-corona-covid-19-pakai-vitamin-c-bisakah

Jumat, 28 Februari 2020

Boba?? Mutiara gendut yang ga bernutrisi??






Ahli Gizi: Bubble Tea dan Boba Enak tapi Tak Mengandung Nutrisi Sama Sekali

Bagi beberapa orang yang suka bubble tea mungkin akan menyukai boba. Akhir-akhir ini, topping yang berbentuk seperti mutiara ini sedang digemari banyak orang.
Ahli gizi dan Manager of the Dietetics & Food Services di National Heart Institute (IJN), Mastari Mohamad, mengatakan boba sama sekali tidak mengandung nutrisi sama sekali.Melansir Astro Awani via World of Buzz, boba tidak memberi nutrisi bagi tubuh dan hanya mengandung karbohidrat serta kalori saja.
Dia menambahkan, jika seseorang mengonsumsi mutiara ini secara berlebihan dapat menganggu sistem percernaan tubuh.
"Boba terbuat dari tepung tapioka dan jika bereaksi terhadap makanan lain, 'mutiara' ini bisa sulit dicerna. Jika seseorang tidak memiliki pola makan yang seimbang dan sehat, seperti tidak cukup minum air atau makan sayuran yang cukup maka mereka akan mengalami gangguan pencernaan, menyebabkan boba sulit dicerna," kata Mastari.
Dia juga mengungkapkan jumlah gula yang seharusnya kita konsumsi dalam sehari maksimal lima hingga 10 sendok teh menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). minuman bubble tea mengandung setidaknya 8 hingga 20 sendok teh gula dalam satu gelas.
Menurutnya, tidak seharusnya seseorang mengonsumsi gula lebih dari 10% dari konsumsi kalori mereka.“Misalnya, seorang pria Asia berukuran rata-rata membutuhkan sekitar 2.000 kalori per hari. Oleh karena itu, asupan gulanya seharusnya hanya sekitar 200 kalori (10%) yaitu sekitar 10 sendok teh," jelas Mastari.
Mengonsumsi gula secara berlebih dapat berbahaya dan meyebabkan segala macam masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes dan masalah jantung.
Namun, Mastari menambahkan bahwa ada cara untuk membuat bubble tea lebih sehat.
“Cukup kurangi jumlah gula dan gunakan susu rendah lemak atau tambahkan beberapa buah untuk serat. Ganti boba dengan biji kemangi atau biji chia sehingga memiliki tekstur yang sangat dibutuhkan dalam minuman. Ini memberikan antioksidan dan Omega 3 yang bermanfaat bagi kesehatan,” tandasnya.

Rabu, 26 Februari 2020

HOLLA!!

Hai everyone, 
Nama gue ocha, gue adalah anak ke-4 dari 6 saudara. Basicly gue kemaren ngerasa underestimate karena ga bisa lulus di ITB kek abang gue. But, alhamdulillahnya gue punya dua best support system in the world yaitu nyokap dan bokap gue. Jadi selalu dalam hal yang gue lakuin di setiap kegiatan gue, salalu mengatas nama kan kebahagiaan mereka.. baik dalam doa gue maupun cita-cita gue.  
Buat yang pengen tau gue.. skuy cekidot di ig gue yaitu klik disini

So, disini gue bakalan ceritaan gimana keseharian gue dengan teman-teman gue dan gimana sih kok bisa kuat banget pas ga lulus dikampus impian? atau gimana cara move on dari mantan yang udah pacaran lama banget? atau tutorial motivasi hidup gue sampe semua orang bilang keluarga gue adalah orang yang "makan buku" ? 

LET'S GO!!!!! Cekidot!!

Vitamin C Bisa Tangkal Virus Corona?? Kok bisa?? Virus corona saat ini sudah masuk ke negara Indonesia. Dua orang dikabarkan po...